Kalospress – Telkomsel baru-baru ini menyuntikkan $ 150 juta, atau setara dengan Rs 2,1 triliun, ke PT Applasi Karya Anak Bangsa atau Gojek. Fase investasi ini diyakini akan berdampak positif dan strategis bagi keduanya, terutama di era transformasi digital ini.

Nur Islami Javad, Chief Digital Startup, Ecommerce & Fintech Sharing Vision Indonesia, mengatakan transformasi digital telah menciptakan 50% pasar baru. Jika perusahaan tidak menerapkan transformasi digital, maka akan sulit memasuki pasar ini.

“Kalau tidak ada pengunduran diri, apa syaratnya, signifikan atau sembrono, mungkin sekarang Telkom Group tidak bisa semeriah ini. Jadi efek dari investasi ini sangat besar, ”kata Jeff, nama samarannya, beberapa waktu lalu.

Jeff menilai kerja sama tersebut berdampak positif dan strategis bagi Telkomsel dan Gojek. Pasalnya, Telkomsel sebagai anak perusahaan Telkom Group sudah memiliki infrastruktur yang kokoh, padahal Gojek kerap disebut mewakili Indonesia.

“Yang jelas dari Telkomsel ini bagus, banyak sekali. Dari perspektif Go-Jek, itu strategis. Go-Jek, menurut banyak orang, mewakili Indonesia. Tidak menutup kemungkinan dengan berinvestasi di Telkom (anak perusahaan), karya anak bangsa akan lebih terasa. bisa) lebih stabil, ”kata Jeff, yang juga Co-CEO dan Co-Founder BIM.

Dia juga mengatakan keduanya bisa bertukar pengguna untuk mempromosikan inovasi produk. Plus, manfaat kombinasi setiap perusahaan bisa menjadi produk yang luar biasa.

“Saya perhatikan Telkom (juga) banyak mengajukan permintaan, tapi tidak memperhatikan. Misalnya UMeetMe yang sarat dengan Zoom, saya sudah kenal sejak Maret tapi belum mendengar orang ini sampai saat ini. dengan Gojek – implementasi atau tenggat waktu untuk akuisisi pengguna atas inovasi digital. Dia bisa pergi ke eksternal Telkom, tidak hanya secara internal – katanya.

“Banyak aplikasi yang bisa dilakukan, kuda sangat kuat di Telkom Group. Di Gojek, masalah akuisisi pelanggan, masalah pengguna atau adaptasi pelanggan sangat kuat. Keduanya, jika digabungkan, luar biasa, ”tambahnya.

Sebagai informasi, beberapa waktu lalu, Telkomsel dan Gojek menyampaikan dalam pengumuman resminya bahwa kolaborasi ini bertujuan untuk memperkuat layanan digital mereka, mendorong inovasi dan produk baru, serta meningkatkan kenyamanan pengguna dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Sinergi antar teknologi dan ekosistem kedua anak perusahaan juga akan mempercepat transformasi digital di Indonesia. Keduanya ingin menciptakan produk baru yang dikembangkan bersama, serta program inovatif yang menawarkan penghematan biaya, seperti promosi bersama dan bundling produk.

Kedua perusahaan juga akan berkolaborasi dalam gaya hidup digital dan mengembangkan solusi teknologi periklanan digital yang dapat digunakan oleh perusahaan di berbagai skala bisnis. Selain itu, Gojek dan Telkomsel juga berkolaborasi di bidang peningkatan talenta melalui program berbagi pengalaman dan pengembangan keterampilan profesional untuk meningkatkan sumber daya manusia teknologi di Indonesia. Tanya Veronika Asisten Virtual

CEO Telkomsel Setyanto Hantoro mengatakan, kolaborasi Telkomsel dan Gojek bermula dari kesamaan visi di kedua sisi, yakni memberdayakan aktor lokal menjadi tuan rumah di negaranya sendiri.

“Kami sangat bangga mendapat kesempatan bekerja dengan platform kebanggaan nasional yang terus memberikan dampak positif bagi jutaan rakyat Indonesia dalam setiap aspek kehidupan sehari-hari,” ujarnya.

“Kami yakin kolaborasi dengan Gojek dan ekosistemnya yang luas juga akan mempercepat transformasi Telkomsel sebagai perusahaan telekomunikasi digital dan memperkuat konsistensi perusahaan dalam membangun ekosistem digital yang inklusif dan berkelanjutan, meski kami masih menghadapi situasi sulit di antaranya. akan terus menjadi landasan kami dalam menghadirkan manfaat teknologi digital di segala bidang kehidupan untuk seluruh lapisan masyarakat Indonesia, ujar Setyanto.